Pemesanan hub:
Uceng 0811-4499-311 (Kartu Halo)
Via SMS/Whatsapp
IG: @arangsekam_mks
Tampilkan postingan dengan label Info penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info penting. Tampilkan semua postingan

Manfaat Arang Sekam Sebagai Media Tanam Campuran Tanah

Manfaat penggunaan arang sekam pada media tanam (campuran tanah) adalah meningkatnya pH tanah sehingga meningkatkan juga ketersediaan fosfor (P). Penambahan arang sekam pada media tanam atau termasuk juga tanah pertanian, akan meningkatkan sistem aerasi (pertukaran udara) di zona akar tanaman.

Pembibitan cabe dengan media arang sekam

Arang sekam juga bermanfaat meningkatkan cadangan air tanah dan meningkatkan kadar pertukaran kalium (K) serta magnesium (Mg). Secara umum diketahui, arang sekam atau sekam bakar juga memiliki kandungan unsur silikat (Si) tinggi  namun rendah pada kandungan kalsium (Ca).

Unsur silikat pada arang sekam belum digolongkan sebagai nutrisi penting tapi ada di semua bagian tanaman yang ditanam di tanah, dan diakui sebagai nutrisi fungsional.

Silikat memiliki manfaat penting selain sebagai nutrisi fungsional, yaitu meningkatkan kekebalan tanaman terhadap hama atau patogen yang terdapat di tanah, toleran kekeringan dan terhadap logam berat yang mengkontaminasi tanah, unsur Si diketahui meningkatkan juga kualitas dan hasil tanaman pertanian. Si juga diserap oleh tanaman pada kadar yang sama atau lebih besar dari kadar nutrisi penting lainnya seperti Nitrogen (N) dan Kalium (K) pada jenis tanaman tertentu seperti padi dan tebu.

Dengan demikian, penambahan arang sekam sebagai campuran media tanam atau saat olah lahan pertanian memiliki kontribusi besar bagi tanaman yang akan dibudidayakan nantinya. Arang sekam juga sangat baik ditambahkan sebagai campuran untuk media persemaian, karena kandungan unsur silikat (Si) terbukti resisten terhadap serangan hama dan patogen tanah.

Manfaat arang sekam sebagai media pembibitan

Arang sekam yang dimanfaatkan sebagai media pembibitan hampir selalu berhasil menumbuhkan bibit dengan baik, dengan catatan benihnya pun harus baik dan tidak telat menyiramnya. Arang sekam pada pembenihan akan membantu pertumbuhan akar dari tanaman yang masih kecil/pendek sehingga akan mudah menjangkau unsur hara yang dibutuhkan dan dalam kondisi layak makan (tidak beracun, pH netral dan tidak berpenyakit).

Namun jika tidak menggunakan arang sekam, maka pada saat pemupukan, pupuk yang diberikan akan cenderung tercuci saat tanaman tersebut disiram (minimal hara akan turun ke bagian bawah polibag).  Bibit muda yang baru disapih masih mempunyai akar yang pendek, sehingga akar tidak akan dapat menjangkau makanan (unsur hara) yang telah turun ke bawah.  Hal ini berakibat pada bibit menjadi tumbuh kerdil dan tidak jarang mati karena kekurangan makan.

Kondisi di atas juga menjadi gambaran jika menanam sayur di wadah polybag.

Produksi Arang Sekam Karena Tidak Punya Modal Usaha

Arang sekam hitam sempurna tanpa tercampur sekam mentah

Semangat untuk berbisnis kadang kandas saat berbenturan dengan istilah modal usaha, Tapi bagi anak muda seperti Daeng Uceng berusaha melompati rintangan modal dengan mengolah limbah pertanian yaitu sekam padi. Sekam padi diolah menjadi arang sekam.

Sekam padi adalah kulit padi atau gabah yang terbuat saat proses penggilingan gabah menjadi bulir beras. Sekam termasuk limbah pertanian yang memiliki banyak kegunaan. di Galesong, sekam dibutuhkan untuk menjadi alas kandang, selain itu juga digunakan sebagai bahan bakar pada proses pembakaran bata merah.

Arang sekam sendiri belum dilirik oleh warga Galesong sebagai salah satu pemanfaatan sekam padi. Padahal jika diolah menjadi arang sekam, nilai ekonomis limbah ini bisa menutupi kebutuhan dapur keluarga, sebagaimana yang dilakukan Daeng Uceng, satu-satunya warga yang memanfaatkan sekam menjadi media tanam berkualitas.

arang sekam
Jualan arang sekam dengan penuh semangat!

Daeng Uceng adalah sosok anak muda yang punya banyak ide, namun kesulitan dalam mewujudkannya karena selalu terbentur masalah modal usaha. Semangatnya untuk berbisnis tidak padam, ia terus menggali informasi agar dapat berbisnis sekalipun kesulitan mendaatkan modal.

Sebelum fokus pada produksi arang sekam, Daeng Uceng awalnya memunguti keong sawah yang menjadi wabah hama di Galesong, keong sawah terebut kemudian dijualnya kepada peternak bebek dan lele, dari situ ia bisa mendapatkan sedikit 'penghidupan' tapi tak bertahan lama.

sekam bakar
Persiapan pengankutan sekam ke workshop pembakaran

Setelah mengusahakan keong sawah, Daeng Uceng melirik limbah pertanian, awalnya ia ingin memanfaatkan jerami padi, namun kondisi kurang mendukung karena ruang pengolahan jerami harus dikhususkan.

Akhirnya diliriklah limbah sekam yang selalu menggunung di penggilingan gabah, dengan bersusah payah, Daeng Uceng mengangkut gunungan sekam lalu dibakar dengan cara yang khusus. Awalnya, Daeng Uceng mengalami kegagalan memproduksi arang sekam, namun tak putus asa, ia terus mencari jalan keluar dari setiap masalah kegagalan yang dihadapinya.

produsen arang sekam
Arang Sekam yang sudah siap diantarkan ke pembeli.
Ternyata, mengolah arang sekam tidak semudah yang ia bayangkan, namun walau begitu ia masih terus bersemangat, walaupun kerja mengolah limbah sekam menjadi arang sekam cukup berat, pekerjaan ini tidak menuntut modal awal yang besar. Dari usaha ini, Daeng Uceng bisa sedikit menabung untuk terus mengembangkan Workshop Arang Sekam tempatnya memproduksi.

Ia terus berharap agar penggunaan arang sekam makin dilirik oleh warga, saat kebutuhan arang sekam meningkat, pengolahan limbah sekam bisa menjadi sumber pendapatan warga lain.

Daeng Uceng ingin terus menjalankan bisnis Arang Sekam, ia mengajak orang-orang untuk menanam. Saat orang menenam atau berkebun, skalipun skala kecil (rumah tangga) mereka pasti membutuhkan media tanam yang baik untuk berkebun, Arang sekam adalah media tanam yang perlu digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah selain penggunaan pupuk kompos.